Info Bola – Helen Dan Gomgom Dipasu-pasu Raja Adat Di Tomok, Suami Kawin Lagi

Info Bola - Helen Dan Gomgom Dipasu-pasu Raja Adat Di Tomok, Suami Kawin Lagi

INFO BOLA – Helen Eunika boru Turnip (34) dan Margomgom Luhut Martua Tambunan atau Gomgom (34), menikah secara adat di Tomok, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir pada 2016. Pernikahan dilakukan secara adat yakni “Pasu-pasu Raja”

 

Info Bola - Helen Dan Gomgom Dipasu-pasu Raja Adat Di Tomok, Suami Kawin Lagi
Helen Dan Gomgom Dipasu-pasu Raja Adat Di Tomok, Suami Kawin Lagi

Info Bola

 

pernyatan ini di sampaikan Helen kala berjumpa abdi alat Siantar24Jam di Jalan Rakutta Sembiring, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Siantar, Kamis (29/3/2018) di hunian sang penguasa Punguan Turnip Siantar, Bob W Turnip.

abdi dipasu-pasu Raja di Tomok di hunian suku Sidabutar, istrinya boru Situmorang, hanya aku sembarangan nama Sidabutar itu,” terangnya.

Pernikahan dengan cara rutinitas itu, mendapatkan beliau dihadiri banyaknya 13 orang yg diboyong Gomgom alamat Balige, Kabupaten Tobasa. Dan jumlahnya 14 orang tengah awal pihak Sidabutar, yg jadi perwakilannya asal pihak boru atau wanita. Dan seluruhnya itu adalah beberapa orang yg telah dikondisikan oleh Gomgom sebelumnya.

Dalam usaha tradisi itu, Gomgom dan Helen diberkati jadi laki putri oleh kaum noda duta dua pihak, permulaan pihak Tambunan dan Sidabutar juga sebagai wakil semenjak Turnip (Sidabutar dan Turnip yakni Pomparan Parna).

Pihak Sidabutar mewasiatkan makanan nyata “dekke” atau ikan mas bagi Gomgom dan Helen. seterusnya diteruskan dgn pemberkatan sedernaha oleh kaum bercak tradisi yg hadir.

Pasu-pasu raja itu terus diisi bersama ular-ular semenjak pihak Gomgom dan bersumber pihak Sidabutar. Ada rekan Gomgom merekam program itu gunakan telephone seluler namun segenap di tangan Gomgom. saya di Tomok cuma 3 jam,” jelas Helen, yg diwaktu itu mengaku berulang hamil.

Kehamilan itu berulang yg membuatnya mendera Gomgom biar serta-merta menikahinya dan membawanya ke hunian orang tua Gomgom di Tambunan, Balige. Namun di tolak bersama argumen bapaknya Gomgom satu orang “Raja Parhata” atau sosok tradisi, malahan ibunya satu orang penatua gereja.

Ditanya gimana beliau bertaaruf dgn Gomgom, Helen menyatakan awalnya bertaaruf lewat alat bersahabat Fb thn 2012. Pertemanan itu berlanjut kepada pertalian intensif biarpun cuma sebatas komunikasi Fb dan telepon.

sampai kepada thn 2014, Gomgom bersepakat bakal datang asal Bengkulu menemuinya di Bagan Batu, Riau di mana Helen dan ibunya boru Simamora tinggal.

Gomgom waktu itu menyampaikan, borong mau berjumpa dgn marga Helen. Merespons itu, marga Helen mengakibatkan penyambutan Gomgom termasuk juga menggelar makanan.

Namun sesudah ditunggu-tunggu, Gomgom tidak kunjung unjuk. Sejak itu, komunikasi termasuk juga lewat Fb berulang rampung. dulu untuk thn baru 2016, Helen dan teman-temannya menyadran ke Balige, Tobasa. Helen menciptakan posisi di Fb “at balige”.

disaat tengah menikmati hiburan karaoke, sontak unjuk Gomgom. Helen tentu terpukau. Dan di sana lah beliau baru tahu nyatanya Gomgom bukan sedang di Bengkulu tapi di Balige. Sejak jumpa itu, Gomgom masih mengganjal Helen beberapa lama di suatu pesanggrahan di Balige. Mereka sedang di sana.

tidak lama, Helen berulang hamil dan beberapa kali pulang bertolak Balige-Bagan Batu, dikarenakan benar-benar dirinya miliki bisnis jahit menjahit di Bagan Batu. sesudah hamil, Helen dulu menggesa Gomgom pada menikahinya.

sesudah dimintai pertanggungjawaban, Gomgom tengah menurunkan penyelesaian merupakan mereka menikah dengan cara tradisi atau pasu-pasu raja di Tomok, Samosir buat thn 2016. demi Helen, pasu-pasu raja itu dilakukan di hunian suku Sidabutar. Di sana hadir 13 orang alamat Balige dan sisanya penduduk Tomok.

Awalnya Helen membujuk Gomgom membawanya ke hunian ortu Gomgom. Namun di tolak bersama argumen ayah Gomgom satu orang raja parhata atau persona kebiasaan di Tambunan, sekalipun ibunya satu orang sintua atau bibelvrow di HKBP Tambunan.

hasilnya hamba dipasu-pasu raja di hunian Sidabutar, istrinya boru Situmorang. abdi di sana diadatkan disaksikan perizinan Gomgom yg diboyong 13 orang awal Balige dan sisanya suku Sidabutar,” katanya.

Pernikahan dengan cara kebiasaan itu didokumentasi oleh sohib Gomgom, tapi tidak satupun photo ada di tangan Helen. sebab dirinya berpikir seimbang dan tak ada hajat apapun lantaran mereka telah dinikahkan dengan cara etika, tidak kepikir terhadap memengaruhi photo dokumentasi itu. seluruhnya photo dokumentasi ada di Gomgom.

Posted By: Nasapkr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *